Search this site
Embedded Files
Generasi Literat
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Mari Bekenalan
    • Dampak
    • Karya
    • Kontak kami
  • Program
    • Literasi Kebhinnekaan dan Perdamaian
    • Literasi Kesehatan Mental
    • Literasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Kelompok Marginal
    • Literasi Digital
    • Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB)
  • Cerita Manusia
  • Mitra
Generasi Literat
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Mari Bekenalan
    • Dampak
    • Karya
    • Kontak kami
  • Program
    • Literasi Kebhinnekaan dan Perdamaian
    • Literasi Kesehatan Mental
    • Literasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Kelompok Marginal
    • Literasi Digital
    • Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB)
  • Cerita Manusia
  • Mitra
  • More
    • Beranda
    • Tentang Kami
      • Mari Bekenalan
      • Dampak
      • Karya
      • Kontak kami
    • Program
      • Literasi Kebhinnekaan dan Perdamaian
      • Literasi Kesehatan Mental
      • Literasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Kelompok Marginal
      • Literasi Digital
      • Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB)
    • Cerita Manusia
    • Mitra

Cerita Manusia / Kabar dari Kami

Menyambut Keluarga Baru, Menyusun Langkah Baru: Rapat Kerja Generasi Literat 2026

Dokumentasi oleh Ufaira Nabila - Pengurus dan relawan Generasi Literat dalam kegiatan Rapat Kerja 2026

Hujan yang turun sejak pagi tak menyurutkan langkah. Minggu, 11 Januari 2026, ruang berkarya PDS HB Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM) justru terasa hangat oleh pertemuan banyak kepala, hati, dan mimpi. Hari itu, Yayasan Generasi Literat menggelar Rapat Kerja (RAKER) untuk menyambut tahun 2026, tahun baru dengan semangat dan keluarga baru.


Selain pengurus dan relawan lama, sebanyak 20 relawan baru resmi bergabung. Mereka bergabung ke dalam  program: literasi kebhinekaan, literasi umum, literasi digital dan AI, literasi kesehatan mental, hingga tim media sosial. Meski acara sempat mundur akibat kendala teknis dan hujan, sebagian relawan sudah hadir lebih awal. Ada yang datang dengan payungnya, ada yang memakai jas hujan lengkap,  ada juga yang datang dengan antusias, semuanya datang dengan niat yang sama: berkontribusi untuk bangsa dan dunia.


Menunggu waktu dimulai, suasana diisi dengan permainan ringan. Bukan game rumit, hanya perkenalan nama yang sederhana, tapi cukup untuk mencairkan suasana. Tawa-tawa kecil terdengar. Jarak antar-orang yang sebelumnya asing pelan-pelan menyusut. Di Generasi Literat, keakraban memang sering lahir dari hal-hal sederhana.


Milastri Muzakkar membuka kegiatan Rapat Kerja Generasi Literat

Acara kemudian resmi dibuka oleh MC dan dilanjutkan sambutan dari Founder Generasi Literat, Mila Muzakkar. Dalam sambutannya, Mila menegaskan bahwa Generasi Literat bukan sekadar organisasi, melainkan ruang bertumbuh dan ruang membentuk peradaban yang lebih baik.


“Relawan adalah garda terdepan dalam urusan sosial kemanusiaan, meski tanpa dibayar, dan tanpa pujian.  Mereka bersungguh-sungguh mendedikasikan waku, ilmu, tenaga, bahkan ongkos sendiri, demi kemajuan dan peradaban bangsa.”


“Jadikan Generasi Literat sebagai tempat bertumbuh, bermain, dan menjelajahi banyak peluang. Kontribusi teman-teman bisa menjadi jawaban atas berbagai persoalan sosial-kemanusiaan yang kita angkat dan wujudkan dalam program,” ujarnya.


Sambutan itu menjadi penanda dimulainya sesi inti: pemaparan program kerja enam bulan ke depan. Dimulai dari tim media sosial yang memaparkan strategi konten, mulai dari ucapan hari besar, dokumentasi kegiatan, hingga penguatan identitas digital Generasi Literat. Media sosial diposisikan bukan sekadar etalase, tapi ruang edukasi dan advokasi.


Setiap divisi mempresentasikan rencana programnya di tahun ini.

Selanjutnya, Tim Literasi Kebhinekaan menjelaskan rencana kunjungan ke berbagai rumah ibadah, termasuk milik agama dan kepercayaan minoritas. Program ini dirancang berlangsung selama enam bulan ke depan. Dalam diskusi, muncul usulan menarik dari relawan: perlunya menjangkau komunitas minoritas yang sering luput dari sorotan, sekaligus berkolaborasi dengan tim literasi kesehatan mental.


Dari sana, Tim Literasi Kesehatan Mental mempresentasikan agenda Live Instagram rutin serta satu kegiatan offline setiap bulan ke sekolah-sekolah. Ada pula ide tambahan yang disambut antusias: kemungkinan mengadakan self-love training terbuka untuk umum di area Car Free Day (CFD).


Giliran Tim Literasi Umum memaparkan rencana kegiatan yang tak kalah padat. Selain Live IG, Februari nanti akan kembali digelar program Kakak-Adik Asuh Part III di Yayasan Kanker. Program offline lainnya seperti Teman Baca—ruang berbagi buku dan cerita—juga akan terus berjalan.


Presentasi berlanjut ke Tim Literasi Digital dan AI, yang merancang edukasi penggunaan AI secara bijak melalui Live IG dan seminar ke sekolah-sekolah. Literasi digital dipandang penting, bukan hanya untuk kecakapan teknis, tetapi juga etika dan kesehatan mental di era teknologi.

Sebagai penutup sesi program, Tim Public Engagement menyampaikan perkembangan kerja sama dengan media partner. Beberapa kolaborasi publikasi sedang berjalan dan akan terus diperbarui serta dibagikan ke tiap divisi agar kerja kolaboratif semakin kuat.


Selfie bersama beberapa relawan Generasi Literat

Rapat kerja kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembuatan konten, termasuk bermain Tiktok, untuk media sosial. Bukan sekadar dokumentasi, tapi ini penanda awal perjalanan baru Generasi Literat 2026.

Hari itu, hujan mungkin memperlambat waktu. Tapi semangat justru bergerak lebih cepat. Dengan wajah-wajah baru dan gagasan yang terus tumbuh, Generasi Literat melangkah ke 2026 dengan keyakinan: literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tapi tentang merawat manusia dan membentuk peradaban yang lebih baik.


Editor: Mila Muzakkar

Berita lainnya

Mendobrak Stigma Terhadap Transpuan...

Generasi Literat Ajak Santri Taklukkan AI

Self Love Training Goes To Campus

Generasi Literat dan IGI Gelar Training of Trainer...

Generasi Literat Indonesia


Jl. Kayu Putih Raya No. 30, Pondok Cabe udik, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, 15418



Tentang KamiProgramCerita ManusiaMitraKontak


Ikuti Kami
InstagramTikTokYouTube
Copyright © 2024 Generasi Literat. All rights reserved
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse