Generasi Literat hadir sebagai gerakan sosial dengan visi Melahirkan Generasi yang Literat: Cerdas, Tangguh, Berdaya, dan Damai, untuk Indonesia yang lebih baik bagi semua.
Generasi Literat adalah organisasi non-profit yang berfokus pada penguatan literasi, kesehatan mental, perdamaian, dan pemberdayaan kelompok rentan di Indonesia.
Didirikan oleh Milastri Muzakkar pada tahun 2017, Generasi Literat hadir untuk menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak muda di era digital: meningkatnya intoleransi, krisis kesehatan mental, rendahnya budaya baca, kekerasan berbasis gender, hingga penyalahgunaan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).
Kami percaya bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami diri, menghargai perbedaan, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui pendekatan pendidikan kreatif, partisipatif, dan inklusif, Generasi Literat membangun ruang belajar yang aman dan relevan bagi anak muda, perempuan, kelompok marginal, dan komunitas rentan agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Sejak berdiri, Generasi Literat telah menyasar lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia. Melibatkan 500+ relawan muda dari berbagai latar belakang, berkolaborasi dengan lebih dari 100 media partner dan komunitas, serta didukung oleh berbagai lembaga nasional dan internasional.
VISI
Melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, berdaya, dan damai untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.
MISI
Membangun budaya literasi yang mampu menangkal hoaks, ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, dan intoleransi.
Mengembangkan pendidikan alternatif yang relevan dengan tantangan generasi muda di era digital.
Memperkuat kesehatan mental dan ketahanan diri anak muda melalui pendidikan yang empatik dan aplikatif.
Memberdayakan perempuan, kelompok marginal, dan penyandang disabilitas agar memiliki akses pengetahuan dan ruang berkembang yang setara.
Mendorong kolaborasi lintas komunitas, agama, dan sektor untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan damai.