Search this site
Embedded Files
Generasi Literat
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Mari Bekenalan
    • Dampak
    • Karya
    • Kontak kami
  • Program
    • Literasi Kebhinnekaan dan Perdamaian
    • Literasi Kesehatan Mental
    • Literasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Kelompok Marginal
    • Literasi Digital
    • Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB)
  • Cerita Manusia
  • Mitra
Generasi Literat
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Mari Bekenalan
    • Dampak
    • Karya
    • Kontak kami
  • Program
    • Literasi Kebhinnekaan dan Perdamaian
    • Literasi Kesehatan Mental
    • Literasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Kelompok Marginal
    • Literasi Digital
    • Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB)
  • Cerita Manusia
  • Mitra
  • More
    • Beranda
    • Tentang Kami
      • Mari Bekenalan
      • Dampak
      • Karya
      • Kontak kami
    • Program
      • Literasi Kebhinnekaan dan Perdamaian
      • Literasi Kesehatan Mental
      • Literasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Kelompok Marginal
      • Literasi Digital
      • Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB)
    • Cerita Manusia
    • Mitra

Cerita Manusia / Kabar dari Kami

Peace Stand Up Nusantara: Perkuat Suara 25 Anak Muda Lintas Kepercayaan dan Agama di Ruang Digital

Bogor, 15 Agustus 2026—Generasi Literat bekerja sama dengan Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), serta didukung oleh Sejuk, menyelenggarakan Pelatihan “Peace Stand Up Nusantara: Amplifying Interfaith Youth Voices in Digital Spaces” di Bogor Valley Hotel, Bogor, pada 15–17 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anak muda dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan, seperti Kapribaden, Sunda Wiwitan, Parmalim, Sikh, dan Eden. Program ini didukung oleh Tifa Foundation dan CIVICUS Alliance.


Program Peace Stand Up Nusantara yang mengusung tagline “Beda cerita. Satu Indonesia”, dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas dan kepercayaan diri anak muda lintas agama dan kepercayaan, khususnya dari komunitas yang masih kurang dikenal di Indonesia, agar dapat berpartisipasi aktif dalam ruang sipil dan digital yang inklusif. Selama tiga bulan ke depan (Agustus-Oktober), peserta diajak mengembangkan cerita personalnya sebagai warga negara di negeri yang beragam, menjadi cerita yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan anak muda di ruang digital. 

Founder dan Direktur Generasi Literat, Mila Muzakkar, menyebutkan bahwa di ruang digital, kisah hidup penganut kepercayaan dan agama lebih sering diceritakan dan diperdebatkan oleh orang lain, sehingga sering kali algoritma hanya menampilkan  hoaks, kemarahan, hingga kebencian terhadap penganut agama dan kepercayaan. Sementara anak muda kepercayaan dan agama lebih sering diam, karena ragu atau takut bersuara di ruang digital.  Padahal suara mereka sangat penting dalam membangun narasi perdamaian dari perspektif dan pengalaman mereka sendiri.


“Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas dan kepercayaan diri 25 anak muda lintas agama dan kepercayaan sebagai pemegang hak (Right Holders) untuk berpartisipasi aktif dalam ruang sipil dan digital yang inklusif melalui cerita yang bermakna tentang kebinekaan dan perdamaian antarumat beragama,” ujar Mila Muzakkar.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan ruang untuk memahami identitas keberagaman Indonesia dan hak-hak penganut agama dan kepercayan, etika dan ruang aman digital, strategi kampanye di ruang digital, teori dan praktik menulis cerita personal yang bermakna, serta teori dan praktik Peace Stand Up sebagai cara menyampaikan pengalaman dan pesan perdamaian. Peserta juga didorong untuk menggunakan media sosial secara kreatif dan bertanggung jawab sebagai ruang untuk memperkenalkan keberagaman serta membangun dialog yang lebih inklusif.

Program Peace Stand Up Nusantara ini akan menghasilkan 25 video Peace Stand Up dari masing-masing peserta dan satu buku antologi yang merupakan kumpulan tulisan 25 peserta tentang pengalaman mereka dalam menjalani kehidupan sebagai warga negara di tengah keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia.


Tidak berhenti hanya sebagai ruang belajar dan berbagi kisah hidup yang aman, Peace Stand Up Nusantara juga diharapkan dapat memperkuat jejaring anak muda lintas agama dan kepercayaan yang berani dan percaya diri menyuarakan kebinekaan dan perdamaian di ruang digital.

Berita lainnya

Mendobrak Stigma Terhadap Transpuan...

Generasi Literat Ajak Santri Taklukkan AI

Self Love Training Goes To Campus

Generasi Literat dan IGI Gelar Training of Trainer...

Generasi Literat Indonesia


Jl. Kayu Putih Raya No. 30, Pondok Cabe udik, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, 15418



Tentang KamiProgramCerita ManusiaMitraKontak


Ikuti Kami
InstagramTikTokYouTube
Copyright © 2024 Generasi Literat. All rights reserved
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse